chapter 14 dan chapter 15
Regulator tegangan merupakan komponen penting dalam sistem catu daya karena menjaga kestabilan tegangan meskipun terjadi variasi pada beban maupun sumber tegangan input. Salah satu jenis regulator yang sering digunakan adalah Op-Amp Series Regulator, yang menggabungkan op-amp, transistor, dan referensi tegangan (seperti dioda Zener) untuk menjaga output tetap stabil. Namun, dalam praktiknya, diperlukan proteksi tambahan untuk menghadapi kondisi beban lebih atau hubung singkat. Untuk itu digunakan metode proteksi Current Limiting dan Foldback Limiting. Kombinasi ketiga konsep ini memberikan solusi lengkap dalam sistem regulator daya yang aman dan andal.
1. Mempelajari prinsip kerja Op-Amp Series Regulator dalam menjaga kestabilan tegangan output.
2. Menganalisis mekanisme proteksi arus lebih menggunakan Current Limiting.
3. Memahami prinsip Foldback Limiting dalam membatasi arus dan tegangan saat terjadi gangguan.
4. Mengamati respons regulator terhadap perubahan beban melalui simulasi Proteus atau eksperimen praktikum.
1. Op-Amp (741): Digunakan sebagai pembanding tegangan antara input referensi dan umpan balik dari output.
2. Transistor NPN (Q1 - 2N3055): Bertindak sebagai elemen kendali arus output.
3. Transistor NPN (Q2 - 2N2222): Digunakan untuk proteksi arus lebih (Current Limiting).
4. Dioda Zener (6.2V): Sebagai sumber tegangan referensi stabil.
5. Resistor:
R1 dan R2: Pembagi tegangan untuk umpan balik.
RSC: Resistor sensor arus (current sensing resistor).
R4 dan R5: Pembagi tegangan untuk pengaturan Foldback Limiting.
6. Beban RL (resistor variabel): Untuk mengamati respons regulator terhadap variasi beban.
Rangkaian fig 15.17
Rangkaian 15.17 disini
Rangkaian 15.18 disini
Rangkaian 15.19 disini



Komentar
Posting Komentar